Yulizar: RKA SKPD Sangat Berpengaruh Terhadap APBD

Pangkalpinang - Penyusunan RKA SKPD sangat berpengaruh terhadap APBD. Semakin berkualitas RKA SKPD, semakin berkualitas APBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal ini disampaikan oleh Yulizar Adnan, Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat membuka acara Bimbingan Teknis Penyusunan RKA-SKPD/RKA-PPKAD Tahun Anggaran 2016 di Hotel Santika Pangkalpinang (2/06/2016).

“Untuk itulah, setiap dana yang dianggarkan dalam rangka melaksanakan program/kegiatan dengan indikator kinerjanya harus terukus secara jelas. Tolok ukur target/sasaran harus ekonomis, transparansi, dan akuntabilitas serta bermanfaat bagi masyarakat,” lanjut Yulizar.

 Kegiatan yang dilaksanakan mulai dari tanggal 2-4 Juni 2016 ini mengahadirkan  beberapa  narasumber, antara lain Direktorat Perencanaan Anggaran Daerah Kementerian Dalam Negeri, Bappeda Provinsi Kepulaua Bangka Belitung, DPPKAD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan Inspektorat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Acara bimtek ini diikuti kurang lebih 130 peserta yang terdiri dari perencana program, kegiatan, dan anggaran dari 36 SKPD di lingkungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

 Sylvia, Kepala Seksi Anggaran Belanja I menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah menyelaraskan program dan kegiatan yang tertuang dalam KUA PPAS untuk dijabarkan dalam RKA-SKPD dan untuk mengakomodir kebijakan pemerintah daerah yang dijabarkan dalam RKA-SKPD.

“Dengan penyusunan anggaran berbasis kinerja, penyusunan rencana dan program pembangunan  dapat mengarah pada terwujudnya sasaran yang telah ditetapkan, tercapainya hasil yang optimal dari setiap belanja yang dilakukan guna meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan publik, tercapainya efisiensi serta peningkatan produktivitas kualitas produk serta jasa untuk mewujudkan kesinambungan pembangunan dan kemandirian daerah,” lanjutnya.

Jimmy, narasumber dari dari Direktorat Perencanaan Anggaran Daerah Kementerian Dalam Negeri, memberikan tiga tips untuk pegawai yang bekerja di bagian perencana program.

“Pertama, jika aturan jelas untuk dilaksanakan, silakan dianggarkan. Kedua, jika ada aturan yang tidak jelas untuk dilaksanakan, jangan dianggarkan. Terakhir, untuk sesuatu yang bersifat abu-abu atau tidak mempunyai aturan, jangan dianggarkan,” tegasnya.

Setelah memukul gong tanda acara dibuka, Yulizar menegaskan bahwa penerapan anggaran berbasis kinerja mengandung makna bahwa setiap penyelenggara pemerintah berkewajiban untuk bertanggung jawab terhadap proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pertanggungjawaban, dan pelaporan serta penggunaan sumber dayanya.

Sumber: 
DPPKAD Prov. Kep. Bangka Belitung
Penulis: 
Lisia Ayu Andini
Fotografer: 
Fatwa Omaya
Editor: 
Adinda Chandralela
Bidang Informasi: 
Sekretariat
Tags: 
Bimbingan Teknis: Rencana Kerja Anggaran; Bidang Anggaran

Berita

03/01/2018 | BADAN KEUANGAN DAERAH P...
13/06/2016 | DPPKAD Prov. Kep. Bangk...
17/05/2016 | DPPKAD Prov. Kep. Bangk...
18/03/2016 | DPPKAD Prov. Kep. Bangk...
11/04/2016 | DPPKAD Prov. Kep. Bangk...
21/02/2017 | Humas Badan Keuangan Da...