Samsat Kota/Kabupaten Berlakukan Sistem Dua Loket Sesuai PP No. 5 Tahun 2015

Pangkalpinang – Sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap Kendaraan Bermotor, prosedur pelayanan Samsat dilaksanakan secara terpadu dengan memberlakukan sistem dua loket. Demikian juga dengan Samsat yang berada di kabupaten/kota di lingkungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Saat menjelaskan mengenai pelaksanaan sistem dua loket pada Samsat Tanjung Pandan, Fitrianto, Kepala Seksi Penetapan, Pembukuan, dan Pelaporan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Wilayah Kabupaten Belitung mengatakan bahwa pelayanan Samsat dengan dua loket ini tersusun menjadi Loket Satu, yang merupakan kelompok kerja (pokja) Pendaftaran dan Penetapan, serta Loket Dua terdiri atas tiga pokja, yakni Pembayaran, Pengesahan, dan Penyerahan (15/07/2016).

“Pelayanan yang diberikan lebih sederhana. Wajib pajak hanya datang ke loket saat pendaftaran, pembayaran, dan penyerahan berkas. Sebelum sistem dua pokja ini diberlakukan Juni 2016, pelayanan Samsat menggunakan lima loket, yaitu Loket Satu untuk Pendaftaran, Loket Dua untuk Penetapan, Loket Tiga untuk Pembayaran, Loket Empat untuk Pengesahan, dan Loket Lima untuk Pengambilan Berkas,” lanjut Fitrianto.

Beliau menambahkan bahwa walaupun secara visual prosesnya terlihat lebih singkat, yaitu hanya melalui tiga loket, secara proses tetap saja akan melalui tahapan yang sama. “Secara fungsi dan peran sebenarnya tidak ada yang berubah,” ujarnya.

Syamsuri, Kepala UPT DPPKAD Wilayah Kabupaten Belitung menjelaskan bahwa untuk mewujudkan pelayanan yang maksimal, diperlukan kerja sama antara personel  empat instansi penyelenggara Samsat, yaitu DPPKAD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung, dan PT. Jasa Raharja, serta Bank Sumsel Babel.

“Harus ada kerja sama tim yang baik di lapangan. Kedisiplinan waktu dan kualitas pelayanan harus menjadi perhatian kita semua sebagai anggota tim di Samsat ini,” jelas Syamsuri.

Komitmen Bersama ditandatangani oleh Tim Penyelenggara Samsat, yaitu pihak DPPKAD Provinsi Kepulauan Provinsi Bangka Belitung, Polda Kepulauan Bangka Belitung, dan PT. Jasa Raharja  pada 8 Juni 2016 membahas pelayanan samsat dengan sistem dua loket. Adapun isi Komitmen Bersama itu adalah pertama, melaksanakan pelayanan samsat dengan sistem dua loket sesuai standar operasional prosedur, berbasis IT dan sesuai standar waktu pelayanan. Kedua, menerapkan sistem antrian FIFO (First in First Out) dalam rangka mewujudkan pelayanan yang tertib dan bebas calo. Ketiga, menerapkan sistem pembayaran PNBP, PKB, BBNKB dan SWDKLLAJ melalui sistem perbankan (banking system). Keempat, mengoptimalkan inovasi pelayanan samsat, samsat keliling, samsat corner dan lain-lain. Kelima, melakukan evaluasi secara rutin dan berkala untuk mencari sosusi guna mewujudkan zero complaint.  Keenam, meningkatkan pengawasan secara berlapis dan berjenjang dengan melibatkan tim pengawasan internal maupun eksternal. Terakhir, mewujudkan kebersamaan dan sinergitas Tim Pembina Samsat Tingkat Provinsi, dengan semua penyelenggara samsat yang berorientasi kepada terwujudnya Pelayanan Prima.

Sumber: 
DPPKAD Prov. Kep. Bangka Belitung
Penulis: 
Lisia Ayu Andini
Fotografer: 
Lisia Ayu Andini
Editor: 
Adinda Chandralela
Bidang Informasi: 
Sekretariat
Tags: 
Samsat Tanjung Pandan; Sistem Dua Loket