Mobil Samling UPTD Bangka Barat dan Bangka Selatan Beroperasi Juni 2016

Pangkalpinang – Persiapan sarana dan prasarana mobil Samsat Keliling (Samling) untuk Kabupaten Bangka Selatan dan Bangka Barat sudah rampung dan akan segera beroperasi Juni 2016. Kehadiran pelayanan ini diharapkan dapat memangkas waktu, jarak, dan biaya wajib pajak yang berada di pelosok desa sehingga memudahkan dan meringankan langkah mereka untuk membayar pajak. Strategi jemput bola ini juga tentunya akan berpengaruh dalam meningkatkan pendapatan dari segi pajak kendaraan bermotor.

Rapat teknis pelaksanaan Samling ini dihadiri oleh kepala seksi penetapan, pembukuan dan pelaporan serta bendahara pengeluaran pembantu UPTD Kabupaten Bangka Barat dan Bangka Selatan, selaku pelaksana samling. Bertempat di ruang kepala bidang pajak Dinas  Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Oskan Firhan Immami menjelaskan bahwa penjadwalan waktu, tempat, dan personil yang bertugas di mobil samsat keliling akan segera ditetapkan. (30/05/2016).

“Dalam satu bulan, mobil samsat keliling akan beroperasi sebanyak delapan kali. Penjadwalan waktu dan tempat akan diserahkan sepenuhnya kepada Unit Pelaksana Teknis masing-masing kabupaten untuk menentukan tempat yang diperkirakan potensial untuk menjangkau masyarakat pelosok. Biaya operasional akan diakomodasi oleh bidang pajak dan pengajuan dana operasional ini dapat diajukan setiap bulan,” jelasnya.

“Pada tahun 2015,  samsat keliling untuk Kabupaten Bangka Barat beroperasi di Tempilang, Parittiga, dan Jebus, sedangkan untuk Kabupaten Bangka Selatan biasanya beroperasi di Payung dan Permis,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Oskan menjelaskan bahwa samsat keliling ini bersifat kondisional, yakni tidak hanya terpaku pada hari kerja. Ketika ada event tertentu seperti pameran dan lain-lain, mobil samling bisa diberdayakan. Oleh karena itu, kegiatan yang melibatkan personil dari kepolisian, Jasa Raharja, dan Bank Sumsel Babel ini harus siap bertugas di luar jam kerja. Jika berhalangan hadir karena hal yang mendesak, wakilkan kepada pegawai lain yang menguasai tugas tersebut.

Oskan mengajak pihak UPT agar dapat lebih aktif lagi mensosialisasikan waktu dan tempat pelaksanaan samsat keliling kepada masyarakat setempat. Selama ini, sosialisasi hanya mengandalkan surat yang ditujukan kepada kepala desa atau camat, yang kemudian disosialisasikan oleh kepala desa setempat.

Mardiansyah, UPTD Kabupaten Bangka Selatan menyarankan salah satu cara penunjang sosialisasi keberadaan samling.

“Kita dapat memasang spanduk yang dapat menarik perhatian masyarakat. Tempatkan di lokasi yang strategis, yang mudah dilihat, dan sering dilewati banyak orang,” usulnya.

Samsat keliling hanya melayani pembayaran pajak. Bea balik nama kendaraan dapat dilaksanakan di kantor samsat kabupaten/kota tempat domisili wajib pajak.

Sumber: 
DPPKAD Prov. Kep. Bangka Belitung
Penulis: 
Lisia Ayu Andini
Fotografer: 
Fatwa Omaya
Editor: 
Adinda Chandralela
Bidang Informasi: 
Sekretariat
Tags: 
Samling; mobil samling; PAD; Pendapatan Asli Daerah; UPTD Kabupaten Bangka Barat; UPTD Kabupaten Bangka Selatan

Berita

03/01/2018 | BADAN KEUANGAN DAERAH P...
13/06/2016 | DPPKAD Prov. Kep. Bangk...
17/05/2016 | DPPKAD Prov. Kep. Bangk...
18/03/2016 | DPPKAD Prov. Kep. Bangk...
11/04/2016 | DPPKAD Prov. Kep. Bangk...
21/02/2017 | Humas Badan Keuangan Da...