LELANG ULANG EX-KENDARAAN DINAS PEMPROV BABEL

Pangkalpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Kembali merencanakan untuk melakukan lelang kendaraan dinas untuk yang  kedua kalinya. Setelah lelang pertama kalinya oktober 2017 silam lalu masih menyisakan banyak kendaraan yang belum terjual. Lelang Kendaraan Dinas  Roda dua, tiga dan empat pertama dilakukan pada 26 oktober 2017 silam hanya berhasil menjual 33 unit kendaraan dari 118 kendaraan yang dilelang. Beberapa kendaraan yang akan dilelang diantaranya ialah Mercy bekas digunakan Almarhum Gubernur Babel, Eko Maulana Ali, Corola Altis, Camry hinga bus dan lainnya. Kepala Bidang Asset Badan Keuangan Daerah, Arlinisfa mengatakan pada 6 – 9 maret mendatang tim dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) akan kembali melakukan penilaian untuk yang kedua kalinya, ditemui diruang kerjanya.

“Lelang Pertama belum semuanya habis terjual, penilaian yang dilakukan untuk lelang pertama hanya berlaku enam bulan. Rencananya ini akan dinilai lagi oleh DJKN Wilayah Sumatera nanti setelah penilaian baru dilelang, “ Ungkap Arlinisfa, Selasa (06/03/2018).

Arlinisfa mengatakan pasca dilakukan lelang terbuka pada 26 Oktober silam. Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) juga melakukan lelang secara online. Namun, belum ada yang laku.

“ada lelang online dari KPKNL, tapi belum ada yang berminat, makanya kita ajukan penilaian ulang ke DJKN untuk dilakukan lelang terbuka kembali,” Ungkapnya.

Kendaraan yang akan dilakukan penilaian ulang ialah 29 unit mobil dan 56 unit motor.

“ada penilaian ulang kendaraan lama 29 mobil, 56 motor, tapi ada juga yang pengajuan baru 6 kendaraan roda empat dan 4 kendaraan roda dua,” ungkapnya.

Arlinisfa menyebutkan lelang kendaraan dinas direncanakan pada April mendatang.

“kita menunggu dari DJKN, SOP nya nanti setelah penilaian 14 hari keluar harga limitnya, baru nanti dilaporkan ke KPKNL dan mereka yang menjadualkan kemungkinan sekitar April baru lelang, “ Ujarnya.

Ia mengatakan peserta lelang pertama yang mengikuti lelang cukup antusias. Namun, belum banyak kendaraan yang laku karena kondisi ekonomi.

“jumlah pendaftar dan antusiasnya cukup besar. Tapi memang kondisi ekonomi kita yang sedang turun, masyarakat yang lebih mengutamakan kebutuhan. Sedangkan untuk lelang inikan harus dibayar cash,”tambahnya.

Ia menambahkan lelang yang dilakukan secara terbuka ini bisa diikuti oleh siapa saja, terkecuali panitia lelang.

Sumber: 
BADAN KEUANGAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Penulis: 
FATWA OMAYA
Fotografer: 
FATWA OMAYA
Editor: 
ELVI
Bidang Informasi: 
Pramas
Tags: 
bidang Asset; Badan Keuangan Daerah